Selasa, 02 Juni 2015

Berobat Ke Malaysia



Sudah berobat ke banyak dokter tapi belum sembuh juga? Kenapa tidak coba berobat ke Malaysia?

Bukan karena sombong seperti anggapan banyak orang, ‘berobat, kok, harus sampai ke luar negeri? Bukan juga karena tidak memercayai kualitas dokter di Indonesia. Kami juga punya beberapa dokter yang biasa kami datangi di sini, tapi hanya dokter umum dan gigi saja, untuk kasus yang lebi berat, kami sekeluarga lebih suka berobat ke Malaysia, tepatnya di Melaka.

Terus, kenapa harus ke sana? Menurut kami, berobat di sini kadangkala lebih banyak harus bolak-balik ke dokter dan rumah sakit ketimbang sembuhnya. Dioper ke dokter ini-itu, harus mengikuti tes ini-itu, mesti makan obat ini-itu, sepertinya adalah hal yang umum di sini. Hasilnya? Belum tentu sembuh. Bukan cuma badan yang sakit, tapi kantong juga sama sakitnya. Pengobatan yang berlarut-larut bukannya membuat sembuh malah semakin sakit. 

Berbeda dokter, beda hasil pemeriksaan adalah hal biasa, tapi benar atau tidaknya hasil pemeriksaan dan obat yang diberikan, itulah inti masalahnya. Namanya juga ingin sembuh, pastilah setiap orang sebisa mungkin mencoba semuanya. Ada yang berobat dengan ramuan herbal, terapi ini-itu, dari yang masuk akal sampai yang tidak, dari yang murah sampai yang biayanya selangit. Semua dicoba demi sembuh dan kembali sehat. Punya banyak kekayaan tapi tidak sehat, apalah artinya? Apalagi kalau keuangan sudah terbatas, sakit pula. Minta ampun!

Nah, bagi yang memilih berobat dengan jalur medis, kenapa tidak mencoba berobat di Melaka? Memang, tidak pasti langsung sembuh dan sehat, tapi barangkali kita dapat pemeriksaan yang lebih akurat di sana.

Sesuai dengan pengalaman kami, keluarga (sampai ke tetangga-tetangga yang kami bawa ke sana), pemeriksaan di sana jauh lebih singkat, tidak berbelit-belit, tidak harus bolak-balik dan tidak mewajibkan obat yang seperti bisa dipakai se RT, saking banyaknya.

Mahal? Tidak juga. Pertama, mungkin karena Anda menghitungnya dalam mata uang sana, ke dua, Anda pasti menghitung kebutuhan akomodasi selama di sana, kan? Supaya tidak terasa membebani, kenapa tidak berwisata setelah berobat? Waktu pemeriksaan yang singkat sangat, memungkinkan untuk kita berlibur setelahnya. Yah, sekadar mengunjungi Rumah Merah atau tempat wisata lainnya di sana. Mau belanja kebutuhan sehari-hari? Bisa juga, rata-rata harganya lebih murah dibanding di sini. Bolak-balik berobat di sini, bukannya akan mahalnya? Jadi kenapa tidak coba ke sana sebelum parah dan terlambat?

Jangan takut jenuh ketika di sana, karena rata-rata pasiennya adalah orang Indonesia. Anda bisa punya banyak teman mengobrol. Anda juga bisa lihat dan dengar sendiri dari mereka mengenai pengobatan di sana.

Terakhir, jikalau Anda ingin berobat ke sana dan membutuhkan bantuan (jasa) untuk mengantar dan menemani, bisa mengontak saya. Saya bisa membantu untuk paket yang terjangkau. Untuk biaya, akan disesuaikan dengan kondisi Ringgit dan kepentingan Anda. Misalnya, berapa hari Anda mau menginap di sana, mau wisata dulu atau tidak, tinggal pilih yang Anda ingin.

Terlepas dari semuanya, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar