Minggu, 09 Agustus 2015

Soal Etika Wawancara Kerja


Mari hargai orang yang kita wawancarai.

Bicara soal wawancara kerja, pastilah yang ada di pikiran kita, adalah orang yang butuh uang. Ya, memang tidak salah. Tapi sayangnya, hal ini kadang menjadikan mereka, para pewawancara, menjadi angkuh dan seakan-akan, 'butuh tidak butuh'. Lupakah, dulu, Anda juga berada di posisi yang sama dengan para pencari kerja ini?

Berikut beberapa hal yang ingin saya utarakan mengenai etika berwawancara.
  1. Ketika ada orang mengirimkan lamaran melalui email misalnya, setelah itu biasanya para pencari kerja akan mengabari soal kehadirannya. Katakanlah, ketika Anda panggil mereka untuk ke kantor Anda, ternyata mereka sudah diterima bekerja di tempat lain atau kebetulan sedang berhalangan.
    Apa yang bakal Anda lakukan? Biasanya? Diamkan saja, atau malah mem-black list orang tersebut. Padahal, apa susahnya membalas email untuk sekadar berterimakasih? Toh, mereka juga awalnya berantusias untuk bergabung dengan Anda. Hitung-hitung Anda dapat informasi, barangkali besok-besok Anda butuh jasa orang tersebut. Atau, bisa dijadikan teman, kan?
  2. Ketika si pencari kerja sampai ke kantor Anda. Terbayangkah Anda untuk sekadar menawari mereka secangkir air putih? Tidak semua orang datang ke kantor Anda dengan mobil yang dingin, bisa jadi mereka sedang kepanasan dan haus. Mungkin saja mereka tidak sempat lagi kalau santai-santai cari air minum dulu.
  3. Haruskah para pencari kerja mengisi kembali setumpuk kertas data diri mereka? Padahal, mereka sudah datang dengan cv lengkap seperti yang sudah Anda minta. Atau, kenapa tidak memberikan form dengan format khusus dan kirimkan pada mereka sebelum mereka datang.
    Tidak sedikit dari mereka yang datang dengan print-an portofolio (dsb), dan jangan lupa, itu semua dicetak pakai uang (dan uangnya mereka dapat dengan bekerja, bukan dicetak sendiri!).
  4. Jangan bertele-tele.
    Selektif itu harus, apalai ketika mencari anggota tim yang baik. Tapi, haruskah membiarkan mereka harus datang sampai berkali-kali? Apa salahnya berkoordinasi dengan para pewawancara lainnya, supaya mereka bisa ditemui di hari yang sama? Bukankah dengan begini, Anda juga akan menghemat waktu dan tenaga?
    Lagi, para pencari kerja itu datang ke kantor Anda dengan mengeluarkan ongkos.
  5. Mengumbar janji.
    Biasanya, ketika pertama kali datang, perusahaan bakal menjajikan banyak hal pada si pencari kerja. Gaji besar, fasilitas lengkap, ini dan itu. Selain itu, si Boss biasanya juga akan menceritakan hal-hal baik tentang perusahaannya untuk memberi kesan 'wow'. Coba ketika si pencari kerja disuruh datang lagi, seringkali semua janji yang disebut di awal pertemuan, berubah drastis.
Para pewawancara, ingatlah, tidak semua orang sebegitunya membutuhkan pekerjaan atau penghasilan dari perusahaan Anda. Bisa jadi, mereka cuma mencari uang sampingan, bisa jadi, justru perusahaan Andalah yang akan terbantu dengan kepintaran mereka.


image: psikologi-untar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar