Sabtu, 07 Mei 2016

Tata Krama di Tempat Umum (Part 2)


Apa Anda sudah membaca artikel Tata Krama di Tempat Umum (Part 1)? Di mana kita telah membahas sediki mengenai hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan yang tidak ketika berada di tempat umum. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tata karma di tempat umum lainnya.

Bioskop
Coba bayangkan, ketika film sudah mulai, eh, tiba-tiba ada segerombolan orang yang lewat di dan menghalangi pandangan Anda. Sudah begitu, bukannya cepat, malah berjalan santai. Kalau Anda datang terlambat atau misalnya baru kembali dari toilet, ingatlah untuk menunduk supaya tidak menghalangi orang lain. Mengucapkan ‘permisi’ dan berjalanlah dengan cepat. Sebaiknya, sih, ya, jangan masuk terlambat. Anda pun rugi, kan, jika film nya sudah dimulai?

Hal lainnya adalah mematikan suara ponsel, jangan menaruh kaki di sandaran orang lain, jangan menggerak-gerakan kaki berlebihan dan jangan mengobrol dengan suara berlebihan. Jika ingin mengobrol, untuk apa Anda ke bioskop?

Toilet
Sangat mengherankan, jika hingga di zaman seperti ini, masih banyak orang yang belum mengerti cara mengantre di toilet umum. Memang, di beberapa pusat perbelanjaan, masih ada cara mengantri toilet dengan berdiri di depan pintu masing-masing bilik. Namun, jika Anda berkunjung ke mal besar, cara mengantrenya sudah berbeda. Yaitu dengan berbaris dengan format satu barisan, dimulai dari bilik terujung. Jadi, bukan di depan pintu-pintu, ya.

Sayangnya, selain banyak yang belum memahami hal ini, seringkali seseorang marah jika ditegur untuk mengantre di tempat yang seharusnya.

Pusat perbelanjaan atau supermarket
Penting, nih, jangan menginjak lantai yang sedang atau baru saja di pel, ya. Kasihan, loh, petugasnya. Bayangkan jika ada banyak orang yang melakukan hal ini, bisa-bisa pekerjaannya tak selesai-selesai.

Jangan pula mencicip buah berlebihan. Mencicip makanan ini seakan menjadi kebiasan masyarakat kita. Lengkeng misalnya, jika ingin tahu kesegarannya, cukup makan satu saja. Kalau ingin makan banyak, ya, beli saja yang banyak. Sama halnya dengan jeruk yang umumnya pengunjung akan mengupas seenaknya tanpa bertanya lebih dulu. Apa Anda yakin makanan tersebut boleh dicicipi?


Yuk, mari kita belajar menjadi pribadi yang santun.

Image: hellogigles

Mau booking hotel online? Lihat ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar